Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MTCNA Modul 7: Cara Setting Manajemen Bandwidth MikroTik (Simple Queue)

MTCNA MODUL 7

Bandwidth Management: Keadilan Bagi Seluruh Klien

1. Mengenal Simple Queue

Simple Queue adalah cara paling mudah dan praktis untuk membatasi kecepatan internet di MikroTik. Kita bisa membatasi berdasarkan IP tunggal, range IP, atau bahkan seluruh interface Bridge.

Tips Lapangan: Simple Queue dibaca dari atas ke bawah. Pastikan aturan yang paling spesifik (misal IP Bos) diletakkan di paling atas.

2. Parameter Penting

Saat membuat Queue baru, ada dua angka yang wajib lu isi:

  • Target: Alamat IP atau Interface yang ingin dibatasi.
  • Max Limit (Target Upload/Download): Kecepatan maksimal yang boleh didapat klien. Misal: 5M (untuk 5 Mbps).
# Membatasi IP 192.168.88.10 jadi 2Mbps Upload / 5Mbps Download
/queue simple add name=Klien-1 target=192.168.88.10 max-limit=2M/5M

3. Fitur Burst (Bonus Kecepatan)

Ini adalah fitur favorit klien. Burst memungkinkan klien mendapatkan kecepatan "ekstra" di awal (misal saat buka halaman web), lalu setelah beberapa detik kecepatannya akan turun kembali ke batas normal.

  • Burst Limit: Kecepatan tertinggi sesaat.
  • Burst Threshold: Titik pemicu kapan burst harus berhenti.
  • Burst Time: Rata-rata waktu perhitungan burst.

4. Membaca Warna Ikon Queue

Perhatikan ikon kotak kecil di sebelah kiri nama Queue lu:

  • Hijau: Penggunaan bandwidth masih rendah (0-50%).
  • Kuning: Penggunaan sedang (51-75%).
  • Merah: Penggunaan maksimal/limit tercapai (76-100%). Klien mulai merasa lemot.

Materi ini disusun oleh tim Nanda Teknik Banyuwangi.
Solusi IT, CCTV, dan Jaringan Profesional.

Post a Comment for "MTCNA Modul 7: Cara Setting Manajemen Bandwidth MikroTik (Simple Queue)"