Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MTCNA Modul 3: Cara Setting Bridge MikroTik (Menyatukan Port LAN & WiFi)

MTCNA MODUL 3

Bridging: Menyatukan Port Menjadi Satu Jaringan



1. Apa Itu Bridge?

Ibarat "Stop Kontak T", Bridge berfungsi menggabungkan beberapa port fisik (ether2, ether3, wlan1) menjadi satu interface virtual. Hasilnya, semua perangkat yang colok ke port tersebut berada dalam satu segmen IP yang sama.

Analogi Lapangan: Tanpa bridge, lu harus set IP di tiap port. Dengan bridge, lu cukup kasih IP di "jembatannya" saja, maka semua port yang tergabung otomatis ikut IP tersebut.

2. Langkah Konfigurasi

Ada dua tahap utama dalam membuat Bridge di MikroTik:

  • Tahap 1: Buat wadah jembatannya di menu Bridge > Bridge > (+). Beri nama, misal bridge-lokal.
  • Tahap 2: Masukkan port-port ke dalam jembatan di menu Bridge > Ports > (+). Pilih interface (misal ether2), lalu arahkan ke bridge yang baru dibuat.
/interface bridge add name=bridge-lokal
/interface bridge port add bridge=bridge-lokal interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge-lokal interface=ether3

3. Mengapa Harus Bridge?

Untuk teknisi Nanda Teknik, bridging sangat memudahkan dalam manajemen klien:

  • Satu IP Pool: HP yang konek via WiFi dan PC yang colok kabel LAN bisa saling sapa dan dapat range IP yang sama.
  • Simple Management: Setting DHCP Server dan Firewall cukup diarahkan ke interface Bridge saja.
  • Hardware Offloading: Pada tipe tertentu, bridging dibantu oleh chip switch sehingga tidak membebani CPU utama router.

Materi ini disajikan oleh tim Nanda Teknik Banyuwangi.
Ahli Jaringan, CCTV, dan Servis AC Anda.

Post a Comment for "MTCNA Modul 3: Cara Setting Bridge MikroTik (Menyatukan Port LAN & WiFi)"